Onnie S. Sandi Serap Keluhan Warga Sindangsari Soal Koperasi Merah Putih dan BPJS Gratis
Cianjur — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi NasDem, Onnie S. Sandi, menyerap sejumlah keluhan mendesak warga terkait polemik Koperasi Merah Putih dan akses BPJS gratis dalam Reses Ke-I Tahun Sidang 2025/2026 yang digelar di Madrasah Baitul Ma’mur, Kampung Pasir Tengah, Desa Sindangsari, Ciranjang, Selasa (25/11/2025).
Kegiatan reses dihadiri 175 warga, menjadikan suasana dialog berlangsung padat, interaktif, dan penuh antusias. Warga secara bergiliran menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, terutama terkait Koperasi Merah Putih yang dinilai tidak transparan serta dugaan penggerusan Anggaran Dana Desa (ADD). Hadir pula Kepala Desa Sindangsari Rina Hadisuartika dan tokoh masyarakat RT Jajang yang turut memberikan tanggapan dalam diskusi.
Onnie menilai besarnya partisipasi warga menunjukkan bahwa persoalan koperasi tersebut sudah lama mengganggu ketenangan masyarakat.
“Tadi terlihat bagaimana Ibu Kades begitu menggebu-gebu. Ini keluhan serius soal Koperasi Merah Putih,” ujar Kang Onnie.
Ia menyebut bahwa laporan tersebut akan dibawa ke pembahasan tingkat pusat.
“Insya Allah aspirasi ini akan saya bawa ke rapat DPR RI. Kita punya Wakil Ketua DPR RI yang bisa membantu mempercepat pembahasan masalah ini,” tegasnya.
Selain isu koperasi, warga juga mengeluhkan minimnya pemahaman tentang program BPJS gratis yang sebenarnya telah disediakan oleh pemerintah daerah. Banyak warga yang belum mengetahui mekanisme pendaftaran maupun persyaratan yang harus dipenuhi.
Onnie langsung memberikan penjelasan teknis di lokasi, sekaligus menegaskan bahwa akses layanan dasar seperti BPJS harus dipastikan sampai kepada masyarakat.
“Belum banyak yang tahu bahwa mereka bisa mendapatkan BPJS gratis. Hanya dengan KTP dan KK, warga dapat mengurusnya, dan nanti Ibu Kades akan membantu prosesnya,” jelasnya.
Menutup pertemuan, Onnie menyampaikan sejumlah program pembangunan yang berpotensi diperjuangkannya pada tahun anggaran mendatang, baik untuk kebutuhan infrastruktur dasar maupun sektor pertanian. Ia menyebut bahwa pengadaan alat Sinta dan alat pertanian akan menjadi salah satu prioritas pembahasan.
“Pembangunan infrastruktur dan dukungan alat pertanian akan tetap menjadi prioritas tahun depan. Aspirasi hari ini menjadi dasar yang sangat penting,” pungkasnya.
Kegiatan reses berlangsung kondusif dan mendapatkan apresiasi dari warga, yang berharap persoalan koperasi serta akses layanan kesehatan dapat segera dicarikan solusi melalui jalur kebijakan pemerintah provinsi dan pusat.
(VC)