Dewan Mengabdi Lewat Pendidikan Demokrasi, Kang Rachmat Bekali Pemilih Pemula di SMAN 4 Bandung
Bandung — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Mamat Rachmat, melaksanakan kegiatan Dewan Mengabdi melalui Pendidikan Demokrasi di SMAN 4 Bandung, Jalan Gardujati, Senin, 22 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan literasi demokrasi bagi generasi muda, khususnya siswa-siswi yang akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029 mendatang.
Dalam kegiatan tersebut, Kang Rachmat—sapaan akrab Mamat Rachmat—menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai proses pemilihan umum, melainkan hadir dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah. Ia mencontohkan praktik demokrasi sederhana seperti pemilihan ketua OSIS, ketua kelas, hingga pengambilan keputusan melalui musyawarah.
“Demokrasi itu tidak jauh dari kehidupan kita. Di sekolah pun demokrasi sudah dipraktikkan, mulai dari memilih ketua kelas sampai ketua OSIS. Dari hal-hal kecil inilah nilai demokrasi dibangun,” ujar Kang Rachmat di hadapan para siswa.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia menganut sistem Demokrasi Pancasila, di mana kedaulatan berada di tangan rakyat namun tetap berpijak pada nilai musyawarah dan kepentingan bersama. Dalam konteks pemerintahan, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar, namun seluruh keputusan harus diambil melalui mekanisme yang sah dan demokratis.
Kang Rachmat juga mengajak para pelajar untuk menjadi pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Menurutnya, generasi muda tidak boleh mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi dan analisis yang rasional.
“Kritik itu boleh, menyampaikan pendapat itu hak setiap warga negara. Tapi demokrasi yang sehat adalah kritik yang disertai solusi, bukan sekadar emosi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 4 Bandung, Tuti Kurniawati, mengapresiasi kehadiran DPRD Jawa Barat dalam memberikan pendidikan demokrasi kepada para siswa. Ia menilai kegiatan tersebut sangat relevan untuk membekali generasi muda agar memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara.
Ia juga mengingatkan bahwa rendahnya literasi politik di kalangan pemilih muda menjadi tantangan serius ke depan. Oleh karena itu, pendidikan demokrasi sejak bangku sekolah dinilai penting agar siswa mampu menjadi agen perubahan yang rasional, tidak mudah terpecah belah, serta mampu menjaga persatuan dalam perbedaan pilihan politik.
Melalui kegiatan ini, DPRD Provinsi Jawa Barat berharap generasi muda tidak hanya memahami konsep demokrasi secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menyiapkan diri menjadi pemilih yang sadar, kritis, dan berintegritas pada masa depan demokrasi Indonesia.
(VC)