Petani Sindanglaya Keluhkan Distribusi Pupuk Bersubsidi, Onnie S Sandi Janji Kawal hingga Provinsi
Cianjur, Minggu, 21 Desember 2025 — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Onnie S Sandi, menggelar dialog wakil rakyat bersama masyarakat Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Kegiatan tersebut menjadi ruang terbuka bagi warga, khususnya petani, untuk menyampaikan langsung evaluasi dan keluhan terhadap kebijakan pemerintah yang dirasakan belum sepenuhnya berjalan di lapangan.
Dalam dialog yang berlangsung di aula desa, para petani menyoroti persoalan distribusi pupuk bersubsidi yang dinilai masih bermasalah. Meski pemerintah telah mengumumkan adanya penurunan harga pupuk bersubsidi sejak Oktober 2025, warga menyampaikan bahwa kebijakan tersebut belum sepenuhnya dirasakan hingga tingkat petani.
Mayoritas petani mengaku harga pupuk di lapangan masih berada di kisaran lama dan distribusinya dinilai belum tepat sasaran. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat produktivitas pertanian, terutama menjelang masa tanam.
Menanggapi aspirasi tersebut, Onnie S Sandi, yang akrab disapa Kang Onnie, menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan penilaian terhadap kebijakan publik. Menurutnya, kebijakan pemerintah harus dikawal bersama agar benar-benar berpihak kepada rakyat.
“Kebijakan tidak boleh berhenti di atas kertas. Kalau di lapangan belum dirasakan petani, berarti ada yang harus dievaluasi,” ujar Kang Onnie.
Ia juga mendorong warga agar tidak ragu menyuarakan persoalan yang dihadapi, terutama menyangkut sektor strategis seperti pertanian. Kang Onnie menegaskan bahwa DPRD memiliki tanggung jawab memastikan kebijakan berjalan efektif dan tidak merugikan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Kang Onnie berkomitmen membawa aspirasi petani Desa Sindanglaya ke tingkat Provinsi Jawa Barat serta mendorong pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi pupuk bersubsidi. Ia menekankan bahwa petani merupakan tulang punggung ketahanan pangan yang harus mendapat perlindungan kebijakan secara nyata.
“Aspirasi ini akan kami kawal. Distribusi pupuk bersubsidi harus tepat sasaran, agar tujuan kebijakan benar-benar dirasakan petani,” pungkasnya.
(VC)