Tia Fitriani Awasi Implementasi Program Unggulan Gubernur di Desa Cikadut, Soroti Pendidikan, Pertanian, dan Layanan Kesehatan
Kabupaten Bandung — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Dra. Hj. Tia Fitriani, melaksanakan kunjungan lapangan sekaligus kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di Aula Kantor Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD Jawa Barat terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah provinsi, termasuk implementasi sembilan program unggulan Gubernur Jawa Barat yang tengah dijalankan di berbagai daerah.
Dalam pengawasan lapangan tersebut, Tia Fitriani meninjau langsung pelaksanaan sejumlah program prioritas, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan hingga pelosok desa dan kawasan permukiman, pembangunan jaringan irigasi pertanian, hingga penguatan ekosistem ekonomi pertanian berbasis organik yang terintegrasi dengan sektor kehutanan, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
Di sektor pendidikan, Tia menyoroti penguatan pendidikan berkarakter, program SMA/SMK gratis, serta penambahan ruang kelas baru guna menjaga keseimbangan daya tampung sekolah negeri pada jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK.
Kabar baiknya, Desa Cikadut akan segera memiliki sekolah negeri baru. Lahan seluas kurang lebih 6.000 meter persegi telah disiapkan dari hasil wakaf atau hibah seorang warga untuk pembangunan sekolah tersebut.
“Alhamdulillah, di Desa Cikadut ini akan dibangun sekolah negeri. Lahan sudah tersedia dan merupakan hasil wakaf warga. Ini bentuk partisipasi masyarakat yang sangat luar biasa dalam mendukung dunia pendidikan,” ujar Tia Fitriani.
Selain pendidikan dan pertanian, pengawasan juga difokuskan pada sektor kesehatan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong peningkatan layanan rumah sakit umum daerah (RSUD) melalui penambahan layanan spesialis, seperti kesehatan ibu dan anak, jantung, cuci darah, kanker, hingga penanganan stroke dengan fasilitas bedah.
Menurut Tia, penguatan layanan RSUD menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pemprov Jabar juga mendorong program beasiswa dokter spesialis bagi putra daerah sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Cikadut Listati, S.IP., unsur relawan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, para ketua RT dan RW, kader PKK, kader Posyandu, serta warga setempat.
Dalam sambutannya, Listati berharap aspirasi masyarakat Desa Cikadut dapat diperjuangkan di tingkat provinsi, terutama di tengah kondisi keterbatasan anggaran.
“Kami berharap aspirasi warga bisa ditampung dan direalisasikan. Saat ini banyak desa merasakan dampak pengurangan bahkan penghapusan sejumlah program akibat keterbatasan anggaran,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Tia Fitriani mengapresiasi keterbukaan pemerintah desa dan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan pengawasan tersebut.
“Pengawasan ini tidak hanya mendengar laporan, tetapi juga mengevaluasi apakah sembilan program unggulan gubernur sudah terimplementasi dengan baik atau masih menghadapi kendala di lapangan,” katanya.
Ia mengakui, meskipun program-program tersebut dirancang berpihak kepada masyarakat, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah persoalan, seperti keterbatasan anggaran, ketidaksinkronan kebijakan, serta perbedaan pemahaman di tingkat pelaksana.
“Keberhasilan program tidak cukup diukur dari serapan anggaran, tetapi dari manfaat nyata yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Tia juga menyinggung kondisi fiskal Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tengah mengalami tekanan, sehingga berdampak pada pengurangan anggaran sejumlah program strategis.
“Hal ini perlu disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan ekspektasi berlebihan di masyarakat,” ujarnya.
Masukan dan aspirasi masyarakat Desa Cikadut, lanjut Tia, akan dihimpun dan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bahan evaluasi dan penguatan koordinasi lintas pemerintahan, agar program unggulan tidak sekadar menjadi slogan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
(VC)