Usai Safari Pesantren, Saan Mustopa Tekankan “Momentum 2029” dalam Konsolidasi Dapil 8 Jawa Barat
Cirebon–Indramayu — Usai rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah ke sejumlah pondok pesantren, Wakil Ketua DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, menutup agenda hari itu dengan konsolidasi politik di Daerah Pemilihan (Dapil) 8 Jawa Barat yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Indramayu.
Dalam arahannya kepada jajaran struktur partai, Kang Saan menegaskan pentingnya mempersiapkan momentum politik menuju 2029 secara serius, terukur, dan sistematis.
Ia menggunakan analogi fisika untuk menjelaskan makna momentum dalam konteks politik. Dalam ilmu fisika, momentum adalah perkalian antara massa dan kecepatan. Dalam politik, menurutnya, momentum merupakan pertemuan antara persiapan dan kesiapan.
“Momentum politik adalah perkalian antara persiapan yang kita miliki dengan kesiapan kita. Kalau kesiapan kita nol, maka momentum itu tidak akan pernah terjadi,” tegasnya.
Menurut Kang Saan, persiapan tidak hanya berbicara tentang strategi teknis dan perencanaan elektoral, tetapi terutama tentang mentalitas. Tanpa kesiapan mental sebagai pemenang, kemenangan politik akan sulit diraih.
“Apa itu mental pemenang? Mental yang penuh optimisme, mental yang ditandai tekad yang kuat. Kita harus punya ambisi dan keinginan yang tinggi. Karena kalau ada kemauan, pasti ada jalan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perkembangan politik di Dapil 8 yang menunjukkan tren positif, baik dari sisi capaian legislatif maupun eksekutif. Namun, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak hanya menjadi catatan statistik, melainkan harus terus ditingkatkan.
“Hasil yang sudah kita capai harus terus tumbuh dan meningkat. Tidak boleh stagnan,” katanya.
Untuk memastikan pertumbuhan tersebut berkelanjutan, Kang Saan menekankan pentingnya memperkuat akar partai melalui struktur yang kokoh hingga tingkat paling bawah, termasuk Dewan Pimpinan Ranting (DPRt).
“Struktur harus menjelma menjadi mesin yang terus bergerak. Konsolidasi tidak boleh berhenti di tingkat atas, tetapi harus berjalan sampai ke tingkat bawah,” tegasnya.
Ia menambahkan, struktur yang kuat tidak cukup hanya tercatat di atas kertas. Seluruh jajaran struktural dan fungsionaris harus diberikan ruang kebanggaan dan pengakuan agar eksistensinya benar-benar hidup sebagai kekuatan riil partai.
“Berikan kebanggaan kepada seluruh jajaran struktural. Ketika mereka merasa diakui, mereka akan bergerak dengan energi yang berbeda,” ujarnya.
Menurut Kang Saan, apabila mental pemenang, struktur yang solid, dan konsolidasi yang konsisten berjalan beriringan, maka momentum 2029 bukan sekadar target, melainkan sebuah keniscayaan politik.
(VC)