SWH Dorong Sinergi Lintas Sektor Tangani Eceng Gondok di Arahan Indramayu

Indramayu — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Sri Wahyuni Utami Herman atau Bunda SWH, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menangani persoalan lingkungan dan irigasi yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, khususnya petani.

Hal tersebut disampaikan Bunda SWH saat turun langsung ke lapangan melakukan pendataan dan peninjauan kondisi sungai bersama unsur pemerintah kecamatan, para kuwu, aparat kepolisian, tokoh agama, mahasiswa, serta masyarakat di Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu.

Dalam kegiatan tersebut, Bunda SWH memimpin langsung koordinasi lintas unsur untuk menindaklanjuti persoalan eceng gondok yang menutupi aliran sungai dan jaringan irigasi di wilayah Arahan. Menurutnya, persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan secara sektoral atau parsial.

“Penanganan seperti ini tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada sinergi antara pemerintah daerah, aparat kewilayahan, tokoh masyarakat, akademisi, dan warga. Semua punya peran,” ujar Bunda SWH.

Ia menilai, keterlibatan berbagai unsur dalam satu langkah bersama menjadi kunci agar solusi yang diambil tidak bersifat sementara, melainkan berkelanjutan. Kehadiran mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN juga dipandang sebagai bagian dari kolaborasi strategis, terutama dalam pendataan dan penguatan kesadaran lingkungan di masyarakat.

Bunda SWH menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat, DPRD tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga berperan sebagai penghubung dan penggerak kolaborasi antarinstansi agar persoalan di lapangan dapat ditangani secara komprehensif.

“Kami mendorong agar komunikasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten berjalan cepat dan efektif. Ketika semua bergerak bersama, penanganan persoalan masyarakat akan jauh lebih terasa dampaknya,” tegasnya.

Menurutnya, sinergi yang terbangun di tingkat lokal harus diperkuat dengan dukungan kebijakan dan teknis dari pemerintah daerah agar penanganan lingkungan dan irigasi dapat berjalan optimal serta memberi kepastian bagi masyarakat.

“Negara harus hadir melalui kerja bersama. Bukan hanya hadir secara administratif, tapi hadir melalui kolaborasi nyata yang dirasakan masyarakat,” pungkas Bunda SWH.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, Bunda SWH berharap penanganan persoalan lingkungan di Indramayu dapat menjadi contoh praktik sinergi yang efektif antara wakil rakyat, pemerintah, dan masyarakat.

(VC)

Leave A Reply

Your email address will not be published.