SWH Soroti Gizi Anak dalam Pengawasan, Dorong Pencegahan Stunting Sejak Dini
Indramayu — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Sri Wahyuni Utami Herman, menyoroti pentingnya pemenuhan gizi anak sebagai bagian dari fokus pengawasan penyelenggaraan pemerintahan, khususnya dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan yang dilaksanakan di Desa Karanganyar, Kabupaten Indramayu, Sabtu, 28 Maret 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Bunda SWH menegaskan bahwa persoalan gizi anak tidak bisa dipandang semata sebagai isu kesehatan, melainkan harus menjadi perhatian lintas sektor dalam kebijakan pemerintah.
Menurutnya, masa emas pertumbuhan anak merupakan fase krusial yang menentukan kualitas generasi masa depan, sehingga perlu intervensi yang tepat dan berkelanjutan.
“Pemenuhan gizi anak harus menjadi perhatian serius. Ini bukan hanya urusan kesehatan, tetapi bagian dari pengawasan pemerintahan agar program yang dijalankan benar-benar efektif dan tepat sasaran,” ujar Bunda SWH.
Ia menambahkan bahwa DPRD memiliki peran strategis dalam memastikan program perbaikan gizi, penanganan stunting, serta layanan kesehatan dasar dapat berjalan optimal dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, Bunda SWH mendorong penguatan sinergi antara pemerintah desa, puskesmas, serta perangkat daerah dalam memberikan edukasi gizi kepada masyarakat serta memastikan ketersediaan pangan bergizi.
Menurutnya, langkah preventif melalui edukasi dan pendampingan keluarga menjadi kunci dalam menekan angka stunting di daerah.
“Pencegahan harus dimulai dari sekarang. Jangan sampai ada anak-anak yang tumbuh tanpa asupan gizi yang layak, karena ini akan berdampak pada kualitas generasi ke depan,” tegasnya.
Melalui pengawasan yang dilakukan, diharapkan upaya pemenuhan gizi anak dapat berjalan lebih terarah, terukur, serta menjadi prioritas dalam pembangunan daerah menuju generasi unggul.
(VC)