Kang Rachmat: MRC Harus Hadir dan Dekat dengan Masyarakat
Bandung Barat — Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat, Mamat Rachmat, yang akrab disapa Kang Rachmat, menegaskan bahwa keberadaan MRC (Mamat Rachmat Community) harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. MRC tidak hanya dibangun sebagai wadah kebersamaan, tetapi juga sebagai jaringan yang hadir lebih dekat dengan warga hingga tingkat kecamatan, kelurahan, bahkan RT dan RW.
Pesan tersebut disampaikan Kang Rachmat saat membuka MRC Camp yang digelar selama dua hari, 29–30 Agustus 2026, di Kebon Pines Cikole, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan tersebut diikuti para Koordinator Kecamatan dan Koordinator Kelurahan dari Kota Bandung dan Kota Cimahi.
Kang Rachmat mengatakan, pembentukan koordinator di tingkat kecamatan dan kelurahan merupakan bagian dari upaya memperkuat jaringan MRC agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Menurutnya, sebagai wakil rakyat, dirinya memiliki keterbatasan untuk menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat secara langsung. Karena itu, dibutuhkan orang-orang yang aktif dan berada di tengah masyarakat untuk menjadi penghubung sekaligus membantu warga sesuai kemampuan yang dimiliki.
“Keterbatasan saya untuk membantu masyarakat tidak sampai ke bawah. Perlu tangan-tangan sampai ke kecamatan, kelurahan, dan sampai ke RT/RW. Itu perlu diorganisasikan,” ujar Kang Rachmat.
Ia berharap para koordinator MRC tidak hanya memiliki posisi secara struktural, tetapi benar-benar aktif di lingkungan masing-masing dan memiliki kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Kang Rachmat memberikan gambaran sederhana mengenai peran tersebut. Ketika ada warga yang membutuhkan bantuan dalam kondisi mendesak, keberadaan orang yang dikenal dekat dengan masyarakat akan membuat warga memiliki tempat untuk meminta pertolongan atau mendapatkan informasi mengenai akses bantuan yang tersedia.
“Saya ingin tim ini semuanya aktif di masyarakat, bersama-sama berjuang di wilayahnya masing-masing. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, mereka tahu harus menghubungi siapa,” katanya.
Bagi Kang Rachmat, kedekatan dengan masyarakat menjadi hal yang tidak boleh hilang, termasuk bagi mereka yang mendapatkan amanah dalam organisasi maupun lembaga politik.
Ia menegaskan bahwa jabatan maupun posisi tidak boleh menciptakan jarak dengan masyarakat.
“Jangan jauh dari masyarakat. Kita harus sama seperti masyarakat yang biasa saja, yang paling bawah sekalipun. Saya juga tidak akan menjaga jarak dengan siapapun,” tegasnya.
Karena itu, MRC Camp tidak hanya dirancang sebagai agenda konsolidasi. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, membangun semangat, dan mempererat hubungan antarkoordinator dari Kota Bandung dan Kota Cimahi.
Kang Rachmat mengatakan, kebersamaan menjadi modal penting karena para anggota MRC nantinya akan bekerja di tengah masyarakat dengan latar belakang persoalan dan kebutuhan yang beragam.
Ia berharap semangat kebersamaan yang dibangun dalam kegiatan tersebut dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata setelah kembali ke lingkungan masing-masing.
“Hari ini kita bersama-sama membangun komitmen bagaimana menjaga kebersamaan. Kita ingin terus hadir dan bekerja untuk masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, Kang Rachmat juga membuka kemungkinan perluasan jaringan MRC hingga tingkat RT dan RW. Penguatan jaringan tersebut diharapkan membuat komunikasi dengan masyarakat semakin dekat sekaligus memperluas kemampuan MRC dalam membantu menghubungkan kebutuhan warga dengan berbagai sumber daya dan program yang tersedia.
Kang Rachmat menegaskan, kerja untuk masyarakat harus menjadi pijakan utama. Ia meyakini bahwa kebaikan yang diberikan kepada masyarakat akan menemukan jalannya sendiri.
“Sekarang kita bekerja untuk mereka, untuk masyarakat. Kalau pun nanti ada imbal baliknya kepada kita, sudah diatur oleh Allah SWT,” pungkas Kang Rachmat.
Melalui MRC Camp, Kang Rachmat berharap seluruh koordinator semakin solid, memiliki semangat yang sama, dan mampu membawa semangat kebersamaan tersebut kembali ke tengah masyarakat.
(VC)