Kang Onnie Kawal Akses BPJS dan UHC, Jadi Aspirasi Dominan Warga Cianjur
Cianjur — Akses layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan dan Universal Health Coverage (UHC) menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat dalam rangkaian Reses III Masa Sidang 2025–2026 yang dilaksanakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai NasDem, Onnie S Sandi, di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur.
Dalam berbagai titik reses di Kecamatan Campaka, Campakamulya, dan Sukanagara, masyarakat menyampaikan beragam persoalan terkait kepesertaan BPJS Kesehatan, mulai dari perubahan status penerima bantuan, BPJS yang tidak aktif, hingga mekanisme peralihan dari BPJS Mandiri ke BPJS Gratis.
Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Kang Onnie menegaskan bahwa akses layanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terus diperjuangkan agar dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga.
“Masih banyak masyarakat yang membutuhkan penjelasan terkait BPJS dan program kesehatan pemerintah. Karena itu kami hadir tidak hanya untuk menyerap aspirasi, tetapi juga memberikan pemahaman agar masyarakat mengetahui mekanisme dan solusi yang dapat ditempuh,” ujar Kang Onnie.
Menurutnya, perubahan status kepesertaan bantuan kesehatan sering kali berkaitan dengan pembaruan data sosial ekonomi keluarga yang dilakukan secara berkala oleh pemerintah.
Karena itu, masyarakat perlu memastikan data kependudukan dan data sosial yang dimiliki selalu sesuai dengan kondisi yang sebenarnya agar tidak mengalami kendala dalam memperoleh layanan bantuan kesehatan.
Selain persoalan BPJS, warga juga menyampaikan harapan terkait perluasan cakupan UHC agar semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses pelayanan kesehatan tanpa terkendala kemampuan ekonomi.
Kang Onnie menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan dan koordinasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi sesuai kewenangan masing-masing.
“Setiap aspirasi yang masuk akan kami petakan dan tindak lanjuti sesuai mekanisme yang ada. Yang terpenting masyarakat tetap mendapatkan pelayanan yang baik dan hak-haknya dapat terpenuhi,” katanya.
Dalam rangkaian reses tersebut, Kang Onnie juga menerima berbagai usulan lain terkait pembangunan infrastruktur lingkungan, bantuan sosial, hingga dukungan bagi pelaku usaha mikro. Namun persoalan kesehatan tetap menjadi isu yang paling dominan disampaikan masyarakat.
Melalui kegiatan reses tersebut, Kang Onnie menegaskan komitmennya untuk terus mengawal akses layanan kesehatan, memperjuangkan perluasan manfaat program pemerintah, serta memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar terkait berbagai layanan publik yang tersedia.
(VC)