Siti Qomariyah Dorong Digitalisasi dan Peningkatan Daya Saing UMKM Desa
Bekasi — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Hj. Siti Qomariyah, S.IP, mendorong percepatan digitalisasi dan peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Hal tersebut disampaikan Siti Qomariyah saat melaksanakan kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Jalan Sasak Dempul, Kampung Cinyosog RT 03 RW 05, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Kamis, 26 Juni 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Siti Qomariyah mengapresiasi kreativitas pelaku UMKM lokal yang telah menghasilkan berbagai produk kuliner tradisional, kerajinan, dan produk kreatif lainnya yang berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat setempat. Menurutnya, potensi tersebut perlu terus didorong agar mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.
“Saat ini pelaku UMKM tidak cukup hanya memiliki produk yang baik, tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas kemasan dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar,” ujar Siti Qomariyah.
Ia menjelaskan bahwa penguatan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan pengemasan produk (packaging) dan pemasaran digital menjadi kebutuhan yang penting di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat. Melalui peningkatan kualitas kemasan, produk lokal diharapkan mampu memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi.
Selain itu, pemanfaatan marketplace dan platform digital dinilai dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, sehingga produk yang dihasilkan masyarakat tidak hanya dipasarkan di lingkungan sekitar, tetapi juga dapat menjangkau konsumen di berbagai daerah.
Menurut Siti Qomariyah, transformasi digital bagi UMKM harus didukung dengan pendampingan yang berkelanjutan agar masyarakat mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola pemasaran.
“Kita ingin pelaku UMKM di desa mampu naik kelas. Dengan peningkatan kualitas produk, kemasan yang lebih baik, dan pemasaran digital yang efektif, maka peluang untuk berkembang akan semakin besar,” katanya.
Dalam kegiatan pengawasan tersebut, masyarakat juga mengusulkan adanya fasilitas promosi dan ruang pameran bagi produk unggulan lokal agar hasil karya pelaku usaha, khususnya ibu-ibu dan generasi muda, dapat semakin dikenal masyarakat luas.
Siti Qomariyah menegaskan bahwa berbagai aspirasi yang berkembang dalam kegiatan pengawasan akan menjadi bahan evaluasi dan pengawalan dalam pelaksanaan fungsi DPRD Provinsi Jawa Barat, khususnya terkait program pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengembangan UMKM.
Melalui kegiatan tersebut, Siti Qomariyah berharap pelaku UMKM di Kabupaten Bekasi semakin mampu berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan meningkatkan daya saing produknya sehingga dapat menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi masyarakat.
(VC)