Siqom Dorong Perempuan Pesisir Jadi Motor Penggerak Ekonomi Keluarga
Bekasi — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Qomariyah, mendorong penguatan peran perempuan sebagai motor penggerak ekonomi keluarga melalui pengembangan usaha mikro dan industri rumahan yang tumbuh di kawasan pesisir Kabupaten Bekasi.
Hal tersebut disampaikan Siqom saat melaksanakan Reses III Tahun Sidang 2025–2026 di Kampung Lagoa RT 001 RW 008, Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Rabu, 10 Juni 2026.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan ibu-ibu jamaah dan pelaku usaha rumahan hadir dan mengikuti dialog secara antusias. Tingginya partisipasi kaum perempuan dinilai menjadi gambaran kuat bahwa masyarakat memiliki semangat besar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan ekonomi produktif.
Menurut Siqom, perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam memperkuat ekonomi rumah tangga, terutama melalui pengembangan usaha mikro yang tumbuh dari lingkungan masyarakat.
“Perempuan bukan hanya pengelola keluarga, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi yang mampu membantu meningkatkan kesejahteraan rumah tangga. Karena itu mereka perlu mendapatkan dukungan yang memadai untuk mengembangkan usahanya,” ujar Siqom.
Ia menilai Desa Pahlawan Setia memiliki potensi ekonomi yang besar, khususnya melalui sektor usaha rumahan, perdagangan mikro, dan berbagai produk berbasis hasil perikanan yang berkembang di kawasan pesisir Tarumajaya.
Selain memiliki potensi usaha yang menjanjikan, masyarakat juga menunjukkan semangat kemandirian yang tinggi untuk terus belajar meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, dan memperluas pemasaran agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dalam dialog bersama warga, sejumlah kebutuhan pengembangan usaha turut disampaikan, mulai dari bantuan modal usaha, pelatihan pemasaran digital, pendampingan legalitas usaha, hingga sertifikasi halal bagi pelaku UMKM.
Siqom menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan dalam mendorong program-program pemberdayaan ekonomi yang berpihak kepada pelaku usaha kecil dan perempuan.
“Ketika perempuan memiliki akses yang lebih baik terhadap permodalan, pelatihan, dan pasar, maka ekonomi keluarga akan semakin kuat dan manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat secara luas,” katanya.
Melalui kegiatan reses tersebut, Siqom berharap semakin banyak perempuan di kawasan pesisir yang mampu mengembangkan usaha secara mandiri sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayahnya.
(VC)