Siqom Dorong Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Keluarga melalui UMKM
Bekasi — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Qomariyah, mendorong penguatan peran perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu kunci penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat keluarga hingga lingkungan.
Hal tersebut disampaikan Siqom saat melaksanakan Reses III Tahun Sidang 2025–2026 di Kampung Setu RT 002 RW 001, Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Senin, 15 Juni 2026.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan warga yang mayoritas merupakan kaum perempuan hadir dan mengikuti dialog bersama penuh antusias. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan besarnya semangat warga untuk terlibat dalam berbagai program pemberdayaan ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Menurut Siqom, perempuan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga, terutama melalui berbagai usaha rumahan, kuliner, perdagangan mikro, dan sektor ekonomi kreatif yang berkembang di lingkungan masyarakat.
“Perempuan tidak hanya berperan dalam keluarga, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan perekonomian. Karena itu, mereka perlu mendapatkan dukungan dan kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan usaha yang dimiliki,” ujar Siqom.
Ia menilai Desa Telajung memiliki potensi ekonomi yang cukup besar karena didukung semangat kewirausahaan masyarakat serta posisi wilayah yang strategis di kawasan Cikarang Barat yang terus berkembang.
Dalam dialog bersama warga, sejumlah kebutuhan pengembangan usaha turut disampaikan, mulai dari akses permodalan, pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, hingga perluasan pemasaran produk UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Siqom menegaskan bahwa berbagai aspirasi yang dihimpun dalam kegiatan reses akan menjadi bahan perjuangan dalam mendorong program-program yang berpihak pada penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan perempuan.
“Ketika perempuan berdaya dan usaha masyarakat berkembang, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh keluarga dan lingkungan sekitarnya. Ini yang terus kita dorong melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi,” katanya.
Melalui kegiatan reses tersebut, Siqom berharap semakin banyak perempuan yang mampu menjadi pelaku usaha mandiri sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi di lingkungan masing-masing.
(VC)